I was a Lame

 
My location unknown, tryna to find way back home to you again
My love story was a lame story. Semenjak dari SMA, gue punya kebiasaan buat suka sama satu orang secara lamaaa, 2 tahun lebih. Kuliah juga gitu, gue bisa suka sama orang tiga bulan, abis itu pindah haluan dan bertahan 3 tahun. 3 tahun karena habis itu kita pisah, he graduated before me, back to his hometown, and I still fight wth my thesis and don't know what my next plan after. But ofc, ini cuma sebelah pihak. Gue ga pernah berusaha buat menunjukkan rasa suka atau memberi pengakuan. haduh gengsi dong sebagai cewek,  ga canda, gue udah sendikit berusaha tapi ya kayaknya dia emang ga satu frekuensi, jadi lebih baik diam-diam aja.

Gue juga udah berusaha berkali-kali untuk men-delete perasaan ga ber-tuan ini, tapi susah banget. Suka sama orang yang suka peduli sama orang lain itu susah, ampun deh. Ga ada angin, ga ada hujan, Indonesia gaada topan badai, dia bisa aja tiba-tiba nanya gimana aktifitas kamu minggu ini, atau nanyain rencana kamu yang pernah kamu ceritain berhari-hari yang lalu. Seneng, merasa dia care, dan pasti dia suka gue,  dan langsung kode-kode manja, dan setelah melakukan semua kebodohan itu, kamu baru sadar kalau dia emang se-baik ke s.e.m.u.a. Gue sampai rela ngelakuin semua hal-hal yang dia minta tolong-in (tapi yang ga ngerugiin gue), ikutan kepanitiaan, ikutan ngumpul sama teman-teman padahal lagi mager, cuma karena dia voice call minta.

Oh hello, It was me. That Stupid One,

Berjalan lah fase 'suka, ngelupain, ke-ge er-an, lupain lagi, ke-ge er-an lagi, repeat' ini selama 3 tahun lebih. Gue udah berkali-kali 'nampar' diri sendiri secara harfiah dan kiasan, tapi tetap aja fase lingkaran kebodohan ini ga berhenti-henti. Contohnya aja malam ini, ngecek linkedin dan mengetahui dia ngerekomen gue aja rasanya udah jumpalitan. Gue saking senangnya langsung nulis tulisan pertama gue di blog ini, padahal dia rekomen-in semua teman-temanya,
hehe, you so stupid and impulsive, b*tch

Tapi ya, pada akhirnya gue ga bisa menyalahkan dia, karena dia gatau apa-apa, atau menyalahkan perasaan gue, karena sepenuhnya pasti happened for a reason. Mengetahui kalau gue bego salah satunya, haha. Ga, gue jadi ngerasa gimana kita bisa percaya, peduli, dan do everything in ikhlas tanpa mengharapkan apa-apa. Simply, karena kita makhluk sosial, seperti yang dibilang di buku IPS jaman sekolahan dulu.

I gotta get back to you, gotta gotta get back to you

Nope, lagu Honne-Location Unknown kayaknya ga tepat untuk mendeskripsikan lame, stupid and impulsive story gue. Gue udah mutusin buat maju cari yang lain, after realize much things, kalau ya frekuensi kita yang udah beda dari awal ini percuma diharapin buat jadi satu. Mending sebelahan, biar nanti kalau frekuensi gue mumet, gue bisa teduh sejenak di frekuensi dia untuk siap lagi menghadapi my own frekuensi with another story.


CIAO!!

Comments